Ryeo Wook Twitter Update

BJ6CIclCcAA-TL5

@ryeong9 : 슈키라 89.1 레이디 제인누나, 에이젝스 형곤 그리고~~그 겨울 바람이 분다의 송혜교씨 친구로나왔던 임세미씨가 나옵니다~~^^ 오늘 미니드라마에서 려욱과.. 러브라인이안 소문이 ㅋㅋ
Translate – @ryeong9 : The Lady Jane syukira 89.1 sister, Ajax hyeonggon, and the ~ ~ the winter wind blows bowled imsemi Mr Song Hye Kyo friend Mr. ~ ~ ^ ^ will appear in the mini-drama today, and Ryeowook. Love lines rumors Ian blah
2h ago.

[FF Three Shoot] “Its Hard To Our Married” Part 3

It s Hard To Our Married 500

Title: It’s Hard To Our Married

Author: Lee Seul Rin (Lee Zeehae)

Genre : Sad Married Life (Maybe), Happy Ending.

Rating : T & G

Cast       :Shin Eunri a.k.a Eunri

                Lee Donghae a.k.a Donghae

                Jung Soo Yeon a.k.a Soo Yeon

                Super Junior’sMembers

               And Other Cast…

Length : Threeshoot

 

Annyeonghaseyo. Saya come back lagi membawa part ke-3  ini.  Pada part ini alurnya flashback. Ini kejadiannya sebelum konferensi pers, dan  sesudah accident. Mian, kalau nanti pada endingnya jelek dan GAJE.

NB : BEWARE!!! Typo mungkin berada di sekitar kalian.

 

Happy Reading !!!

 

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

I Was Conscious You’re My Heartbeat, When I Losing You in The Darkness.

 

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

Before Conference Press, After accident.

At Seoul Hospital, 22.09 KST

 

Donghae berlari dengan terengah-engah menuju UGD dengan menggendong tubuh mungil Eunri yang berlumuran darah.

Uisa!! Uisanim!!!” Donghae berteriak bak seorang yang kesetanan. Dia sudah tak tahan lagi melihat kondisi Eunri yang terus mengeluarkan banyak darah. Tak ada yang mengenali Donghae dalam keadaan kusut seperti itu.

Perawat rumah sakitpun membantu Donghae untuk menidurkan Eunri di ranjang rumah sakit. Dan segera mendapat penangana medis.

Mian tuan, anda tidak boleh masuk.” Seorang perawat menghalangi Donghae yang ingin menerobos masuk.

Donghae terduduk didepan pintu UGD. Kakinya lemas. Nafasnya tersenggal. Bagaikan orang yang sekarat, tubuh Donghae lemas tak berdaya. Donghae menyandarkan kepalanya pada tembok bercat putih disampingnya. Menangisi apa yang telah dilakukannya. Lagi-lagi semuanya berawal darinya.

‘Tuhan. Dosa seberat apa yang kubawa hingga kau memberi jalan yang seperti ini.’ Batin Donghae dengan air mata yang seolah tiada mengering.

Dari sudut sana terlihat seorang berpakaian serba putih berselimutkan cahaya.

Eomma.” Donghae begumam dengan memandang tak percaya.

Donghae Eomma hanya tersenyum miris melihat apa yang terjadi saat ini.

Eomma.” Donghae seolah ingin berjalan menghampiri Eomma-nya tersebut. Namun, Donghae bagaikan orang lumpuh yang tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya sama sekali. Lagi-lagi air mata Donghae keluar dengan derasnya ketika seorang berpakaian putih tersebut hilang dengan perlahan.

Sepi. Lagi-lagi Donghae merasakan hal yang paling tidak disukainya itu. Serasa dirinya selalu ditimpa oleh kesialan yang bertubi-tubi. Donghae hanya bisa menghela nafas beratnya dan dengan air mata yang tak bisa berhenti.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

Still At Hospital, 07.37 KST.

Donghae tertidur dengan posisi duduk dan menyandarkan kepalanya di ranjang Eunri. Donghae belum bisa bernafas lega setelah mendapat penjelasan dari dokter kemarin. ‘Kepalanya terbentur aspal, tuan. Nyonya Lee mendapat 15 jahitan dan dia hampir kehabisan darah jika tidak segera mendapat penanganan. Sistem syarafnya juga masih berjalan normal. Namun, beliau masih perlu perawatan intensif, karena mungkin saja keadaannya drop kembali.’

Donghae sebenarnya tidak bisa tidur nyenyak dengan posisi dan keadaan yang seperti ini. Namun dia perlu istirahat agar dia selalu fit untuk menjaga Eunri.

Seorang yeoja paruh baya membuka pintu dengan perlahan. Terlihat anak dan menantunya sedang terlelap damai. Eunri Eomma menepuk pelan bahu Donghae.

Donghae-ya. Irona.” Eunri Eomma membangunkan Donghae dengan nada lembut keibuannya.

Donghae menggeliat pelan. Menyesuaikan matanya dengan cahaya yang masuk ke retinanya.

Oh. Eommonim.” Donghae tersadar bahwa mertuanya yang membangunkannya.

Donghae-ya kau terlihat lelah. Pulang dan istirahatlah. Eomma yang akan menemani Eunri di sini. Lihatlah, bajimu yang berlumuran darah itu saja belum kau ganti. Eomma akan member tahumu jika ada perkembangan dari Eunri. Dan juga, kau tak perlu bekerja hari ini. Eomma sudah menghubungi manager-mu tadi.”

Ye, eommonim. Jangan lupa menghubungiku jika ada apa-apa dengan Eunri. Saya pulang dulu. Annyeonghaseyo.” Donghae membungkukkan badanya kepada mertuanya. Donghae menatap tak rela pada Eunri yang akan dia tinggalkan beberapa saat itu. Wajah putih pucat itu akan Donghae rindukan nanti.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

At Hospital, 15.51 KST.

Donghae lari tergopoh-gopoh menyusuri lorong rumah sakit. Tadi saat Donghae sedang terlelap, dia menerima telpon dari mertuanya bahwa Eunri sudah sadar.

Oranng-orang menatap aneh member Super Junior yang satu ini. Donghae yang memang tidak memakai penyamarannya dan terlihat jelas oleh kalangan umum. ‘Apa yang dia lakukan di rumah sakit?’ Setiap orang yang dilewatinya  selalu bergumam sama.

Donghae membuka knop pintu dengan tidak sabaran. Dilihatnya Eunri yang makan dengan disuapi eomma-nya. Donghae dengan nafas yang masih terengah-engah perlahan mendekati Eunri.

D Donghae Oppa.” Eunri menatap tak percaya sosok yang dianggapnya dingin ini berada dihadapannya.

Eunri-ya.” Tanpa basa-basi lagi Donghae memeluk tubuh mungil Eunri dengan eratnya. Menyalurkan rasa rindunya tanpa memperdulikan kehadiran mertuanya.

Oppa. Sesak.”

Donghae lantas melepaskan pelukannya. Ditatapnya mata almond istrinya. “Neon Gwechana? Apa masih ada yang sakit?”

Eunri menggelangkan kepalanya dan metap aneh Donghae yang tiba-tiba perhatian padanya.

Eunri Eomma yang sedang duduk di sofa hanya tersenyum tipis melihat Hae-Ri Moment ini.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

Day By Day

Donghae terus-menerus menemeni Eunri agar pulih kesehatannya. Bahkan Donghae rela mengambil cutinya sampai Eunri benar-benar sembuh. Kebersamaan mereka membuat kata canggung diantara menghilang dengan perlahan. Bercanda ria menghilangkan kebosanan yang terkadang menyelimuti mereka. Dan perceraian yang ada didepan mata sekarang hilang entah kemana.

Eunri sebenarnya tahu tentang keronologi accident itu. Donghae sendiri yang menceritakannya, dan Donghae meminta maaf atas kejadian yang disebabkan oleh kelalaiannya. Namun, bukanlah Eunri bila tak memaafkan orang lain. ‘Tak apa. Lagi pula sekarang aku ada di sampingmu.’ Itulah yang selalu Eunri ucapkan bila Donghae yang terus-menerus meminta maaf padanya.

Terkadang juga member Super Junior lain ikut menjenguk keadaan Eunri yang hari demi hari semakin membaik itu. Mereka ikut senang dengan hubungan antara Eunri dan Donghae semakin membaik juga. Dan perihal Soo Yeon, Donghae tak memikirkan itu lagi. Yang menjadi prioritas utamanya sekarang adalah kesembuhan total Eunri, dan bagaimana dia bisa selalu bersama Eunri.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

At Hae-Rin’s Apartement, 11.41 KST.

Hari ini Eunri pulang dari rumah sakit menyebalkannya tersebut. Sebenarnya Eunri sudah diperbolehkan pulang dua haru lalu. Namun Donghae menolak. Jika Eunri pulang pada hari itu juga, maka dia tak akan bisa menjaganya untuk beberapa hari kedepan. Karena, pasti manager hyung akan memberinya segudang pekerjaan padanya. Bukannya dia lari tanggung jawabnya, namun dia ingin menjaga istrinya sampai benar-benar sebuh total.

Oppa. Kau mau kemana eoh?” Eunri melihat Donghae yang sedang merapikan rambutnya di hadapan cermin besar dalam kamar mereka.

Donghae tersenyum bisa melihat pantulan tubuh istrinya dari cermin ini. Donghae membalikkan badannya. Lantas, Chu~~~. Donghae mengecup sekilas bibir tipis Eunri.

“Aku akan menyelesaikan semuanya, Changi. Kau baik-baik di apartemen, ne. Aku akan segera pulang.” Donghae kembali mencium sekilas bibir menggoda istrinya. Dan melenggang keluar apartemen mereka.

Eunri hanya menatap aneh punggung suaminya yang lama-kelamaan menjauh itu. Eunri bingung atas apa yang dikatakan suaminya tadi.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

At Kona Beans, 13.18 KST.

Donghae mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk seseorang yang mungkin telah menunggunya.

Seorang yeoja menggunaka dress kuning melambaikan tangan kearah Donghae. Dia tahu itu Donghae walaupun dengan penyamaran rapat seperti itu.

“Apa kau menungguku lama Soo Yeon-ssi?”

Mwo? Soo Yeon-ssi? Apa aku tak salah dengar?” Soo Yeon memndang aneh Donghae yang duduk dihadpannya. Memanggilnya dengan embel-embel –ssi? Yang benar saja.

Ne. Wae? Ada yang salahkah?” Donghae menatap sinis Soo Yeon yang memperlihatkan keberatannya.

Aish.” Soo Yeon mulai kesal dengan tingkah Donghae.”Arraseo. Apa yang ingin kau katakana TUAN LEE ?“ Soo Yeon menekankan kalimatnya kesal.

“Kau, Jung Soo Yeon-ssi jangan pernah lagi datang ke apartemen kami lagi. Dan juga termasuk jangan menemuiku lagi”

Mwo? Yang benar saja. Bagaimana kalau aku merindukanmu?” Soo Yeon yang masih belum faham dengan logat bicara Donghae, kini ia tampak seperti orang bodoh dimata Donghae.

“Memangnya kau siapa Jung Soo Yeon-ssi?”

Mwo? Aku … Aku kekasihmu, Lee Donghae.”

“Kau tahu. Hubungan kita ini tak lebih dari seorang teman. Kau adalah kekasih Heechul hyung yang dia titipkan padaku.”

Keunde. Dulu kau … kau … kau bilang … “

Mwo? Aku mencintaimu? Atau menyayangimu? Lupakanlah semua itu nona Jung. Anggap semua itu hanya mimpi belakamu. Aku sudah mempuyai istri yang lebih lebih, bahkan sangat sempurna darimu. Mian kalau kata-kataku terlalu kasat pada pendengaranmu. Annyeong.” Donghae beranjak dari duduknya dan meninggalkan Soo Yeon yang mematung ditempatnya.

Tak ada yang bisa Soo Yeon katakana. Ini menyakitkan. Hubungannya dengan Donghae juga sudah tercium oleh Heechul yang pulang dari Wamil beberapa hari lalu.

‘Kau tak perlu kembali padaku Jung Soo Yeon-ssi. Carilah lelaki lain sesukamu. Kau ternyata siluman srigala yang sangat menyeramkan. Kau bukanlah manusia, gumiho-ssi. Kau juga merusak hubungan rumah tangga Donghae dan Eunri. Aku yakin Donghae akan memilih Eunri yang lebih baik darimu. Mian aku berkata kasar seperti ini. Tapi menurutku ini lebih pantas untukmu.’

Perkataan Heechul selalu bisa menampar dirinya. Soo Yeon menyesali apa yang dilakukannya. Namun, dia tak dapat memutar ulang waku itu lagi untuk kembali pada masa lalu.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

At Hae-Ri’s Apartement, 16.46 KST.

Eunri yang mendengar pintu apartemen terbukapun langsung menuju ruang depan menyambut siapa yang datang.

Oppa. Neo Wasseo.” Eunri memandangi kegiatan lepas sepatu suaminya itu dan  tak menjawab pertanyaannya.

Donghae memandang Eunri yang berada dihadapannya dan memeluknya erat secara tiba-tiba. Dan menyandarkan kepalanya dibahu Eunri. Menghirup aroma Rose yang melekat pada tubuhnya.

Oppa wae-yo?”

Donghae hanya menjawab dengan gelengan.

Oppa. Tadi aku diberi tahu Kyuhyun oppa, kau dan Soo Yeon berdua di Kona Beans eoh?” Eunri sebenarnya mati-matian menahan untuk tidak mengatakannya.

Donghae merenggangkan pelukannya kemuadian menatap istrinya dalam.

“Aku sudah menyudahinya.”

Mwo?” Eunri lagi-lagi dibuat bingung oleh Donghae.

“Kau bisa mengusir Soo Yeon jika kau tidak suka dia datang ke sini lagi. Keunde, aku jamin dia sudah tak berani kesini lagi. Juga tidak akan menemuiku lagi.”

Mwo? Keundekeunde … “

Aish, apa kau masih tak mengerti juga eoh? Bagaimana bisa kau menjadi Presdir di Lee Shin Corp. jika otakmu susah jalan seperti ini?”

Yak!! Donghae Oppa.” Eunri mencubit kecil pinggang Donghae.

Appo, Changi-ah.” Donghae menahan tangan Eunri yang terus berusaha mencubitinya.

Eunripun menghentikan kegiatannya.

“Eunri-ya.” Donghae mulai kambuh manjanya.

Mwo?” Eunri berkata ketus seolah-olah dia sedang kesal.

Changi-ah. Kau tahukan bahwa kita tak pernah melakukan ‘itu’ sejak awal menikah.”

“Bicaralah yang jelas Lee Donghae. Aku tak mengerti.”

Aish. Kau merusak suasana romantis Lee Eunri.” Donghae lantas menggendong Eunri ala Bridal Style memasuki kamar pribadi mereka. Dan menidurkannya pada kasur King Size berwarna coklat. Kemudian mengunci pintu rapat-rapat.

Yak Lee Donghae!! Apa yang kau lakukan dengan tanganmu itu.”

Yak Lee Donghae!!!”

♥♥♥_____END_____♥♥♥

 

Back To Conference Press at Part 2 

 

Akhirnya selesai juga nih FF. Gumawo buat udah baca, dan jangan lupa RCL *Bow With Bada.

[FF Three Shoot] “Its Hard To Our Married” Part 2

It s Hard To Our Married 500

Title: It’s Hard To Our Married

Author: Lee Seul Rin (Lee Zeehae)

Genre : Sad Married Life (Maybe)

Rating : T & G

Cast       :Shin Eunri a.k.a Eunri

                Lee Donghae a.k.a Donghae

                Jung Soo Yeon a.k.a Soo Yeon

                Super Junior’sMembers

               And Other Cast…

Length : TWOSHOOT

Annyeonghaseyo. Saya balik lagi dengan membawa part 2 ini. Part 3 nanti isinya hanya EPILOG aja. Jadi alurnya pada part 3 nanti flashback. Nah, daripada nih orang banyak ngomong, mendingan langsung aja. Cekodooouuut !!!

NB : Harap berhati-hati karna typo masih bertebaran dimana-mana.

 

 

HAPPY READING !

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

Previous Part .

 

Hae-Ri’s Apartement, 09.37 KST.

Eunri melangkahkan kakinya menuju ruang makan. Sayup-sayup suara yang didengarkan Eunri membuatknya melangkahkan kakinya menuju ruang tengah.

Eunri melihat … DEG

 

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

Day by day I keep doing the same pattern.

You’re tired of that side of me, right? Would you forgive me?

Think it over one more time.

Would you think it over? Now I won’t let you go.

 

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

Hae-Ri’s Apartement, 09.37 KST.

 

Lagi-lagi hati Eunri sesak melihat pemandangan didepannya. Sebenarnya ini bukanlah pertama kali Eunri melihat Donghae dan Soo Yeon berciuman panas di depan matanya. Soo Yeon yang selalu menganggap Eunri tak penting dan seolah tak peduli dengan kehadiran Eunri membuatnya leluasa memiliki Donghae. Dan Donghaepun tak bisa mengendalikan dirinya jika Soo Yeon sudah berbuat seperti ini.

Eunri yang tadinya kelaparan setengah mati, sekarang dia benar-benar seorang yang mati. Tak dapat merasakan lapar, dan tak tahu caranya bernafas. Eunri melangkahkan kakinya gontai menuju kamar. Dilihatnya foto pernikahannya dengan Donghae yang terlihat aneh. Eunri lantas mengambil tas dan kunci mobilnya di atas meja rias. Dia memandangi wajahnya sekilas, ‘Apakah dia lebih sempurna dari pada-ku?’

Eunri melangkahkan kakinya cepat menuju tempat parkir. Namun saat Eunri membuka pintu, dari belakang ada seorang yang seolah mengintimidasinya.

“Oh, Eunri-ya. Pagi-pagi seperti ini kau mau pergi ke mana? Kau lupa bahwa sekarang kau itu ISTRI Donghae. Kau mau melepaskan tanggung jawabmu begitu saja? Ck, aku tahu sekarang alasan Donghae oppa tak betah tinggal dengan mu. Kau … “ Belum sempat Soo Yeon menyelesaikan kalimatnya, Eunri lebih dulu menutup pintu apartemennya. Tidak sopan memang. Tapi dia sudah muak dengan ocehan yang selalu dikeluarkan Soo Yeon.

Eunri terduduk lemas di depan pintu apartemennya. Dilihanya langit-langit lorong apartemen dengan membendung air matanya. Ini semua sangat melelahkan.

Eunri mulai beranjak dari duduknya. Kapel. Hanya tempat itu yang sangat setia mendengarkan keluh kesahnya. Hanya tempat itu yang bisa membuat fikirannya sejenak menjadi lebih fresh.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

At Kapel, 10.07 KST.

 

Eunri belum beranjak dari mobilnya. Dipandanginya Kapel bergaya Eropa dan terlihat sangat tua, namun terlihat menarik dengan taman-taman luas nan indah disekitarnya. Bunga warna-warni yang bermekaran di sepanjang jalan menuju kapel. Juga pepohonan rindang dekat danau. Membuat kapel ini terlihat seperti taman bunga yang sangat luas. Membuat siapa saja yang hanya melihatnya saja merasa damai.

Drrrtt … Drrrtt …

Eunri menengok pada Handphone Touch Screennya. ‘Eommonim’.

 

“Yeobseyo.”

“ … ”

“Nan Gwenchana, Eomonim. Wae-yo?”

“ … “

“Ehm, ara. Aku akan kesana sekarang.”

“ … “

“Ne.” Eunri menghela nafas beratnya. ‘Mungkin bertemu eommonim juga bisa meringankan bebanku. Keunde, setidaknya aku ingin menghirup udara luar dulu.’ Batin Eunri.

Eunri keluar dari mobilnya, dan melangkahkan kakinya menuju danau dan duduk disalah satu bangku. Eunri menghidup udara sejuk sekuat-kuatnya dan mengeluarkannya. ‘Rasanya segar sekali’.Eunri lantas kembali menuju mobilnya, dan bersiap menemui eommonim.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Lee’s House, 10.32 KST.

Eunri mengetuk pintu rumah keluarga besar Lee ini. Terlihatlah sosok paruhbaya yang membukakan pintu tersenyum padanya.

Annyeonghaseyo, Eommonim.” Eunri mengelurkan senyum termanisnya pada ibu mertuanya tersebut.

“Oh, Eunri-ya. Kkaja. Masuklah.” Ibu Donghae menuntun menantu kesayangannya tersebut menuju ruang tengah.

Eunri mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tengah, lantas bertanya saat dilihatnya rumah terasa sepi. “Donghwa oppa dan Taerin eonni tak ada di rumahkah, eommonim?”

“Mereka sedang pergi ke taman bermain, inikan akhir pekan. Hwarin merengek kepada appa-nya yang super sibuk itu untuk mengajaknya berjalan-jalan keluar. Biarlah mereka mencari udara segar bersama. Donghwa disibukan dengan urusan kantor, dan menyebabkan waktunya tersita banyak hanya dengan berkas-berkas itu.” Nyonya Lee yang duduk dihadapan Eunri menatapnya dengan tatapan yang sama dengan Donghae punya. Selalu bisa meluluhkan hatinya.

“Donghae tidak ikutkah?” lanjut nyonya Lee.

Anio, eommonim. Dia sedang sibuk.” Eunri tak punya alasan lagi. Tak mungkin dia menjawab secara gamblang bahwa suaminya sedang berduaan dengan seorang yeoja di apartemen mereka.

Nyonya Lee menghela nafas panjang dan seperti membayangkan sesuatu. “Andai saja Donghae dan Donghwa appa masih hidup, dia pasti sangat kelelahan menghadapi perusahaan kami yang terlampau berkembang pesat ini. Ini sudah hampir tahun ketiga aku ditinggal olehnya. Tapi aku merasa sangat lama. Aku merindukannya, Eunri-ya. Aku ingin bertemu dengannya.”

Eommonim dan aboji adalah seorang yang ditakdirkan selalu bersama. Apapun yang terjadi kalian akan terus bersama. Walaupun aboji raganya sudah tiada,. Tapi, nyawa dan hatinya masih bersamamu, eommonim. Aku yakin itu.”  Eunri tersenyum lembut saat ibu mertuanya itu menatapnya.

“Aku harap, kau dan Donghae juga selamanya akan bersama.” Eunri hanya tersenyum miris saat mendengarkan penuturan Donghae Eomma yang terlampau lembut ini.

“Aku berharap begitu, eommonim.” Eunri hanya bisa menundukkan kepalanya, tak sanggup menatap wajah malaikat eommonim-nya tersebut.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Hae-Ri’s Apartement, 07.00 KST.

 

Hari ini Eunri tidak lagi kesiangan dan tidak mendapat omelan Soo Yeon. Entahlah, orang hidup itu belum menampakkan batang hidungnya sampai sekarang. Eunri dan Donghae sarapan dalam diam. Hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar.

Donghae menghela nafasnya terlebih dahulu sebelum dia memulai berbicara dengan Eunri. “Kau, kau pergi ke rumah eomma kemarin?”

“Ehm.” Eunri menjawab dengan deheman, dan menatap sekilas Donghae kemudian kembali melanjutkan makannya.

“Kenapa kau tidak mengajakku? Aku sangat merindukannya.” Donghae menatap Eunri yang sedang mengacuhkannya tersebut dengan tatapan sendunya.

“Bukankah kau sedang sibuk, eoh? Aku kira kau tak punya rasa rindu sama sekali kepada eomma-mu.” Eunri menatap Donghae sinis. Entahlah, waktu yang membuatnya seperti ini. Ini bukan seperti Eunri yang lembut dan polos.

Donghae hanya menghela nafasnya, kemudian melanjutkan makannya. Dia tahu arah pembicaraan Eunri.

Eunri membanting keras sendok makan ke meja. “Oppa. Bisakah kita bicara serius sekarang?”

Donghae menatap Eunri yang sedang menatapnya tajam tersebut. “Arasseo.

“Bisakah kau melepaskan Soo Yeon?”

Mwo?” Donghae terlihat kaget dengan permintaan Eunri yang satu ini.

“Apa aku harus mengulanginya sekali lagi?” Eunri menatap Donghae sinis. “Kau tak pernah merasa bersalah sama sekali pada Heechul oppa, eoh? Cck, kau tak punya hati sama sekali. ”

“ … “ Donghae hanya bisa menunduk. Memang benar apa yang dikatakan Eunri. Dia Tak Punya Hati.

“Mau kau bawa kemana kisah cinta terlarangmu itu? Kau benar akan tetap mempertahankannya?” Tatapan mata Eunri yang tajam bisa menghunus siapa saja yang balik menatapnya.

Nan Molla-yo.” Donghae bahkan tak berani untuk sekilas menatap wajah Eunri.

Eunri mulai beranjak dari duduknya, dan mengambil tas kantor yang berada disampingnya. “Aku harap kau bisa melepaskan Soo Yeon untuk Heechul oppa agar tidak mengecewakan semuanya. Sebentar lagi Heechul pulang dari Wamilnya. Aku harap kau melepaskan Soo Yeon sebelum hubunganmu dengannya ketahuan oleh Heechul oppa.” Eunri lantas melangkahkan kakinya menuju parkiran.

Donghae menatap kepergian Eunri. Seolah-olah ia memang orang yang paling bodoh yang tak bisa melakukan apa-apa sekarang. Perkataan Eunri menembus hatinya yang membeku.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Lee Shin’s Corporation, 13.09 KST.

Eunri mulai menfokuskan kembali fikirannya pada berkas-berkas yang harus dipelajarinya dengan seksama. Eunri bisa merasa kenyang sesaat setelah makan siang dengan jajangmyeon kesukaannya. Dan dia juga lega bisa mengungkapkan semuanya pada Donghae tadi pagi.

Drrtt … Drrtt …

Eunri menatap ponsel yang berada disampingnya dengan dahi berkerut. Tertera nama ‘Appa’ dilayar touch screennya. Jarang-jarang appanya tersebut menelponnya pada jam-jam yang seperti ini.

“Yeobseyo, Appa.”

“ … “

“Ne. Wea-yo Appa?”

“ … “

MWO? K … Keunde kemarin aku dan … “ Ponsel Eunri terjatuh begitu saja saat mendengarkan berita dari appanya tersebut. Dia benar-benar tak sepenuhnya percaya dengan apa yang didengarnya.

Eunri bergegas mengambil mobilnya di parkiran. Dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Lee’s House,  13.17 KST.

Eunri benar-benar gila mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia hanya ingin memastikan apa yang dikatakan appa-nya bukanlah suatu kenyataan. Eunri melihat rangakaian-rangkaian bunga ucapkan belasungkawa. Eunri menggelang-gelengkan kepalanya, tak percaya pada apa yang dilihatnya.

Eommonim.” Eunri melihat ibu mertuanya yang cantik dengan balutan gaun pengantin model lama namun terlihat pas dan cocok dengan tubuhnya.

Eunri appa menghampiri anak semata bungsunya tersebut. Menepuk bahunya pelan. Berusaha untuk menenangkannya.

Appa. Eommonim wae-yo? Kenapa dia dimasukkan dalam peti eoh? Andwe. Andwe. Hiks hiks hiks.” Eunri menagis dipelukan appa-nya. Tak percaya dengan apa yang terjadi pada seseorang yang telah dianggapnya ibunya sendiri itu.

“Ikhlaskan dia ya, nak.” Eunri eomma yang berada dibelakangnya mengusap punggungnya lembut. Dia juga merasa kehilangan sosok sahabat terbaiknya tersebut.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Burial Place, 14.49 KST.

Donghae dan Eunri menatap tak percaya pada gundukan yang berada di depannya tersebut. Donghae shock saat mendengar kabar bahwa eomma-nya telah meninggal. Hampi saja dia pingsan di tempat latihan tadi. Untung saja ada member Super Junior yang menguatkan Donghae. Mereka turut sedih dan juga berbela-sungkawa.

Eomma. Andwe.” Donghae sedari tadi bergumam di depan pusara eommanya tersebut.

“Eomma. Kkajima.”

“Eomma. Bogosipo.”

“Eomma. Neomu neomu neomu bogosipo.” Donghae yang terus menggumamkan eomma-nya tersebut membuat Eunri yang di sampingnya menatap Donghae dengan mata sembabnya. Entah keberanian dari mana, Eunri memeluk tubuh rapuh Donghae.

Donghae menemukan sandarannya, dan dia lebih nyaman untuk menumpahkan semuanya. Dia tidak bisa menghentikan tangisnya. Ditinggal oleh dua orang paling disayanginya bukanlah hal yang mudah untuk melanjutkan hidupnya. Ia tak tahu bisa apalagi setelah ditinggal eomma-nya.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Lee’s House. 16. 27 KST.

Donghae dan Eunri terlihat berjalan beriringan dari areal pemakaman. Sebenarnya areal pemakaman agak jauh dari sini. Namun, Donghae dan Eunri memilih untuk berjalan kaki. Berjalan beberapa kilometer tidak membuat Donghae merasa lelah atau semacamnya. Tubuhnya terasa mati, tak dapat merasakan apapun.

Dari gerbang rumah keluarga Lee, munculah mobil Ferrari merah dengan perlahan menghampiri tempat Donghae dan Eunri berdiri. Mereka – Donghae Eunri – yang masih berada di pelataran rumah didatangi oleh gadis berambut sebahu berbaju hitam. Ya. Siapa lagi kalau bukan Soo Yeon.

Soo Yeon lantas keluar dari mobilnya dan menghampiri Donghae dengan muka sok sedihnya.

‘Cih. Menjijikkan’ batin Eunri.

Oppa, mian aku terlambat ne.” Donghae hanya bisa menunduk saat Soo Yeon  menatapnya. Hatinya dalam keadaan buruk sekarang. Bukan saat yang tepat untuk bertemu Soo Yeon.

Oppa. Uljima-yo.” Soo Yeon mengusap lembut air mata Donghae. Membuat Eunri yang di sampingnya merasa muak.

Oppa. Kkaja.” Soo Yeon menuntun. Ani, lebih tepatnya menyeret tubuh lemah Donghae untuk mengikutinya. Entah kemana.

Namun, sebelum terlampau jauh, Eunri menahan donghae dengan menggenggam erat tangan Donghae.

Soo Yeon yang merasa janggalpun menoleh ke belakang. “Yak!! Neo Wae-yo?

“Kau akan mengajaknya kemana, ha?!!” Eunri berteriak tepat diwajah Soo Yeon. “Apa kau akan mengajaknya ke pub, atau ke bar, atau ke tempat karaoke untuk bersenang-senang? Apa kau tidak bisa melihat situasinya?!!” Eunri tak bisa lagi menahan untuk tidak berteriak di depan wajah Soo Yeon, amarahnya meledak sekarang.

“ … “ Soo Yeon membalas tatapan Eunri dengan tatapan tajam miliknya.

“Oh. Kereom. Kau, Jung Soo Yeon adalah seorang tuan putri terhormat yang tidak pernah merasa kehilangan seseorang yang berpengaruh besar pada kehidupannya.”  Eunri mulai meneteskan air matanya saat mengingat oppanya telah tiada. “Dan kau selalu bisa mendapatkan apa yang kau mau. Bahkan dengan cara yang menjijikkan sekalipun.” Eunri menghirup udara dalam-dalam setelah puas meneriaki Soo Yeon. “Jadi, biarkan dia tinggal di rumah eommonim untuk melepas rindunya.” Eunri mulai melemah.

Soo Yeonpun akhirnya menyerah dan melepaskan Donghae. Walaupun dengan wajah tak relanya.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Lee’s House, 08.13 KST.

Donghae dan Eunri menikmati sarapan yang dibuat oleh Taerin. Mereka berdua memang bermalam di rumah keluarga Lee. Eunri membiarkan Donghae semalaman tidur di kamar eomma-nya.

Meja makan yang terisi oleh lima orang –Donghae, Donghwa, Eunri, Taerin, dan si kecil Hwarin- terasa sepi. Suasana sedih masih terasa kental di rumah ini. Si kecil Hwarin yang tak tahu apa-apa pun hanya menatap aneh keempat orang yang sedang saling berdiam diri. Biasanya rumah akan terasa lebih ramai jika samchon dan imonya tersebut berkunjung. Namun, sekarang rumah terasa seperti rumah kosong tak berpenghuni, benar-benar sepi.

Kemarin Donghae  menanyakan pada ketua maid di sini perihal bagaimana eomma-nya tersebut bisa meninggal. Namun, jawaban maid : ’Mianhe-yo tuan. Saya tidak tahu. Saat saya ingin membangunkan nyonya yang sedang tertidur untuk makan siang, nyonya tak kunjung bangun. Lalu saya lebih mendekat agar nyonya bisa mendengar lebih keras suara saya. Namun, pada saat itu saya tidak mendengat deru nafas nyonya Lee. Kemudian saya memanggil dokter untuk datang. Dan, dokter itu bilang, nyonya telah tiada.’

Donghae eomma memang meninggal dalam keadaan tertidur. Namun bukan berarti tak ada yang terjadi. Dokter bilang pembuluh darahnya pecah karena serangan jantung yang tiba-tiba menghampirinya. Donghae setidaknya lega melihat eomma-nya pergi dengan keadaan damai.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

At Hae-Ri’s Apartement, 19.03 KST.

Donghae tidak ingin berdih lama-lama, sehingga dia memutuskan untuk pulang ke apartemen mereka. Donghae membaringkan tubuhnya di sofa ruang tengah dan dengan secangkir teh hangat yang telah Eunri siapkan. Donghae menyuruh Eunri tidur di kamar karena Donghae tahu, dia maupun Eunri sedang lelah sekarang.

Suara bel membuat Donghae yang sedang berbaring tersebut bangun dan beranjak untuk membukakan pintu.

Dilihatnya yeoja berambut sebahu itu lagi datang ke apartemennya dengan wajah ceria. Soo Yeon menyelonong masuk ke dalam apartemen Hae-Ri dan duduk pada sofa ruang tengah.

Oppa. Bogosipo.” Soo Yeon lantas memeluk Donghae yang duduk di sebelahnya.

“Ehm.” Donghae hanya membalas dengan deheman tanpa membalas pelukan Soo Yeon sedikitpun.

Oppa.” Soo Yeon menangkupkan pipi Donghae dengan tangannya. Dan mengarahkan wajah Donghae menghadapnya.

Wae?” Donghae menatap Soo Yeon dengan tatapan datarnya. Karna memang hatinya belum sempurna pulih.

“Ayo kita menikah!” Donghae tercengang mendengar penuturan Soo Yeon. “Eommonim selalu menghalangi kita untuk menjalani hubungan lebih jauh. Ini kesempatan kita untuk melakukannya. Kau juga bisa bebas dari pernikahan konyol ini dengan menceraikan Eunri.”

Eunri yang sebenarnya berada di belakang mereka hanya menatap Soo Yeon tak percaya. Bagaimana bisa dia selicik ini. Dan Eunri tak bisa menahan sesak saat melihat Donghae yang hanya diam seperti orang bodoh. Eunri lantas kembali ke kamar. Hausnya sudah hilang setelah mendengat penuturan Soo Yeon.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

Your well-prepared goodbye to me now, it feels like dying

It’s hurts, even if time passes by

Yet to let you go, to let you go,

There are still so many things to do yeah

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Hae-Ri’s Apartement, 10.09 KST.

Eunri tidak masuk kantor hari ini, karena hatinya masih terasa sedih akan kepergian mertuanya dan juga mungkin karena suaminya yang akan meninggalkannya. Hati Eunri masih hancur tak berbentuk. Tadi sahabatnya Jaena menelponnya. Dia sanggup membantu Eunri menyelesaikan tugas kantornya. Jaena tahu kadaan Eunri yang tak baik sekarang.

Eunri memandang kaca besar apartemennya dengan tatapan kosong. Diluar sana langit gelap seolah menggambarkan hatinya. Sejak pagi tadi hanya awan hitam yang terlihat. Hujan juga belum menampakkan batang hidungnya. Mungkin keadaan ini akan berlangsung lama.

Donghae yang sejak pagi tadi pergi entah kemana dengan ‘Wanita Menjijikkan’ – kata Eunri – itu. Eunri saat ini ingin berdoa di Kapel. Namun dia masih tak kuat hanya untuk berjalan.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

Stay At Hae-Ri’s Apartement, 19.43 KST.

Eunri dan Donghae menikmati makan malam mereka. Lagi-lagi dengan diam. Eunri yang sesekali menatap Donghae, seolah ia ingin menyampaikan sesuatu namun ia gugup.

“Ehm. Donghae oppa.” Eunri sedang gugup sekarang. Entah ia bisa melakukannya atau tidak.

Donghae menatap Eunri yang terllihat sedang gelisah. “Wae?

“I .. itu. Anu.”

Donghae bingung dengan apa yang akan Eunri ucapkan. “Wae?” sekali lagi Donghae beretanya dengan pertanyaan yang sama.

Eunri menyodorkan amplop coklat kepada Donghae. “Aku kira kita sudah tak cocok lagi, oppa. Bukankah tak ada gunanya meneruskan semuanya. Aku menyerah. Kekuatanku habis terkuras oleh rasa sakitku. Gumawo telah menemaniku selama ini.” Eunri membukkukan badannya pada Donghae lantas menuju kamarnya untuk mengambil koper yang telah ia siapkan tadi.

Annyeong.” Sekali lagi Eunri mengucapakan salam perpisahan.

Butiran itu jatuh dari sudut mata sipit Donghae. Rasanya sakit memang kehilangan seseorang. ‘Jangan pernah melepaskan Eunri, Donghae-ya. Dia perempuan yang terlampau baik. Eomma tahu bagaimana seluk-beluk rumah tanggamu. Tapi bagaimana bisa dia setegar ini. Hanya dia yang mampu menghadapimu.’ Ucapan Eomma-nya beberapa minggu lalu masih terngiang di otak Donghae.

Tak ingin berbuat kesalahan lagi, Donghae buru-buru mengambil kunci mobilnya yang dia gantungkan di dekat TV lantas menyusul Eunri yang ia yakini belum jauh dari sini.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At The Way

Jalanan yang terselimuti hujan deras membuat pedestrian dan beberapa pengendara susah untuk melihat pemandangan. Mata mereka seolah kabur dan buta akan jalanan. Namun itu tidak menyulutkan Eunri untuk berhenti berjalan. Dia sedang tidak ingin untuk menaiki taxi. Lagi pula pakaiannya tak akan basah dengan koper anti airnya. Biarlah air hujan membawa jauh kesedihannya. Mungkin berada jauh dari Donghae memang jalannya.

Disisi lain. Donghae menolehkan pandangannya ke kanan dan kiri jalan. Berharap bertemu dengan sosok yang tiba-tiba meniggalkannya. Donghae mengendarai mobilnya lambat. Jalanan yang tak terlihat mata karena derasnya hujanlah mau tak mau Donghae harus melambatkan jalannya.

Donghae yang sedari tadi tidak menemukan sosok gadisnya itu mulai frustasi. Donghae agak mempercepat kecepatannya. Mungkin keberuntungan masih berpihan padanya. Sambil menengok kanan kiri.

Bbraaaaakkkk …

Dongahae melihat kucuran darah mengalir dari kaca depan mobilnya. Dia lantas turun tanpa menggunakn payung dan melihat apa yang ditabraknya.

Astaga. Donghae menabrak seseorang. Donghae menghampiri korbannya. Seseorang berambut panjang dengan dress merahnya. Ani, itu bukan warna asli dressnya. Darah yang terus mengucur dari tubuhnya membuat Donghae merinding dibuatnya. Donghae berusaha mengangkat sosok tersebut untuk membawanya ke rumah sakit, dan …

MWO!!! Ige. ANDWE. ANDWE, EUNRI-YA.” Donghae menangis tersedu-sedu melihat tubuh Eunri yang jelas-jelas ditabraknya. Dia benar-benar manusia hina. Dipangkunya tubuh Eunri dan diusapnya darah yang berada di wajah Eunri.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

I’m a fool for always making you cry

I’m lacking because I let you go

Please forgive me who’s erased you once

Please, so that I can breathe again?

Looking at you, my tears flow.

You make me feel like a fool

If by any chance you changed your mind,

I’ll be standing here on your way back baby

 

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

At Conference Press Place, 11.33 KST.

 

Kilauan cahaya kamera manyilaukan mata. Meja dan kursi berjejer rapi dengan hiasanya. Sepesang yeoja dan namja memasuki ruangan dengan senyumannya. Tanganya saling bertautan kuat dan tampak serasi dengan balutan baju couple-nya.

Annyeonghaseyo.” Donghae dan Eunri membungkukkan tubuhnya pada para wartawan. Lantas mendudukkan tubuhnya dikursi yang disediakan.

“Tuan Lee Donghae. Apakah benar perihal rencana pernikahanmu dengan seorang yeoja bernama Jung Soo Yeon?” Tanya salah seorang wartawan.

“Apakah dia orangnya?” wartawan lainpun menimpali.

Sebelum menjawab pertanyaan para wartawan, donghae memunculkan senyum manisnya. “Perihal aku dan Soo Yeon akan menikah, itu hanya berita bodoh. Dan anggaplah angin yang berlalu. Dan wanita disebelahku dia … Nae Anae.

Kilauan cahaya kamera saling memperebutkan wajah cantik Eunri.

Annyenghaseyo. Jeonen Lee Eunri imida.” Eunri membungkukkan tubuhnya kepada para wartawan.

“Bisakah anda jelaskan siapa Soo Yeon sebenarnya?” salah seorang wartawan yang masih penasaran tentang siapa Soo Yeon.

“Dia … dia mantan kekasihku.” Donghae tersenyum tipis menghadap para wartawan. “Aku sudah menyesal menyia-nyiakan seseorang yang selalu setia menungguku dan menemaniku. Changi-ah Saranghae.” Donghae menatap Eunri damalm dengan senyuman yang mengembang. Wartawan semakin berebut mendapatkan pernyataan cinta Donghae kepada istri tercintanya tersebut. “Mian aku tidak bisa mengundang kalian dalam pernikahanku satu tahun lalu.”

“Bagaimana dengan kehadiran momongan?” Celetuk salah satu wartawan.

“Kau tahu. Sebernya aku sudah menantinya sejak lama. Namun, saat ini aku hanya ingin berdua saja dengannya.” Donghae lagi-lagi mengembangkan senyumannya dan menatap istri tercintanya dalam.

Wartawan hanya senyum-senyum tak jelas melihat kelakuan dua sejoli ini.

Gamsa hamnida telah hadir pada Conference Press ini. Sekali lagi aku dan istriku benar-benar berterima kasih.” Sekali lagi Donghae dan Eunri membungkukkan badanya dihadapan para wartawan.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

Whenever I meet eyes with her
I wonder
and the smile that grows on my face
Might reach a corner of your heart
I whisper into the beautiful ear
Inside of your uncertain heart
My feelings of love for you

 

 I’ll be taking you
Girl, I know without you I miss you
I’ll long for you forever
My feelings of desire and hope
My love that grows deep again
I can no longer hide them
You are m
y girl

 

My heart will catch you and not let you go
Can you feel it as well?
Before, oh, it’s too late
Before I grow older, can you hold onto me?

 

 I know that your heart
Cannot come by my side yet
Can I just call you my one?

 

] I love you only, as much as the sky
You truly are the reason I live
] Let’s all together one, two, three, let’s begin
You are my one, my everything
I really, really, I want to love you like crazy
I can do that now, right
?

(SHINEE – ONE)

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

Together with Bada n’ Choco

Thanks a lot for reading. Jangan lupa RCL-nya ya. Mianhae kalau masih ada typo yang bertebaran. *Bow With Donghae.

[FF Three Shoot] “Its Hard To Our Married” Part 1

It s Hard To Our Married 500

Title: It’s Hard To Our Married

Author: Lee Seul Rin (Lee Zeehae)

Genre : Sad Married Life (Maybe)

Rating : T & G

Cast       :Shin Eunri a.k.a Eunri

                Lee Donghae a.k.a Donghae

                Jung Soo Yeon a.k.a Soo Yeon

                Super Junior’sMembers

And Other Cast…

Length : THREESHOOT

Annyeong !! Author in here !! Hehehe~ Ini FF pertamaku yang sebenarnya pernah aku publish di Account FB-ku. Maklum aja, jika readers mungkin pernah baca cerita. Baiklah, dari pada banyak banyak ngomong, mendingan langsung aja. Cekodooouuut !!!

NB : Saya sudah mengedit FF ini, kalau masih ada typo  itu adalah keteledoran saya… Maaf jika masih ada typo yang sering muncul *Bow

 

HAPPY READING !

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Kapel, 13.00 KST.

Terik matahari siang yang panas tidak menyulutkan semangat angin yang melambai-lambaikan pepohonan. Menimbulkan kesejukan tersendiri bagi manusia yang berada didepannya. Bahkan menebus celah-celah terkecil benda yang berada dihadapannya.

Seorang yeoja tengah menautkan kuat kedua tanggannya. Dia duduk di bangku barisan depan. Hatinya meninta dan meminta.Dari sudut mata almondnya keluar butiran-butiran mutiara. Dress kuning cerahnya seakan menampung mutiara yang dikeluarkannya.

Seorang berpakaian serba putih muncul dari sudut ruangan. Menepuk bahunya pelan. Sedikit membuatnya tersadar dari aktifitasnya.

“Eunri-ya, pulanglah. Ini sudah siang. Kau berada disini sejak tadi pagi. Kau juga manusia yang perlu asupan gizi, ri-ya.  Bukannya aku melarangmu untuk datang kesini. Keunde, sepertinya kau banyak masalah, dan cepatlah menyelesaikannya.” Biarawati berbicara dengan tersenyum dan tak lupa suara lembutnya menerpa gendang telinga Eunri

Gamsa Hamnida. Aku akan datang ke Kapel jika aku ada waktu lagi.” Eunri membalas senyuman biarawati dengan senyuman manisnya.

“…” biarawati hanya bisa tersenyum memandang Euri yang mulai melangkah meninggalkan kapel.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

The Way Go Home.

Angin menyambut Eunri saat ia tiba diluar kapel. Rasanya berat saat ingin meninggalkan tempat ini. Masalah yang didapatinya membuatnya sering menghabiskan waktu senggangnya di kapel ini.

Eunri mulai melangkahkan kakinya menuju halte bis dengan ditemani angin yang setia menyelimutinya. Pepohonan pinggir jalan melindunginya dari panasnya sinar matahari siang ini. Eunri mulai duduk di halte bis dan menghela nafas beratnya. Rasanya ia sudah tak kuat dengan masalah yang berbelit-belit dan tak kujung selesai. Eunri menatap nanar pernikahannya. Sejak 8 bulan lalu semuanya masih sama, seperti tidak ada titik cerah menghampiri permasalahan mereka.

Bus datang tepat dihadapannya. Eunri mulai melangkahkan kakinya ke dalam bis, dan mulai mendudukkan dirinya. Butuh beberapa puluh menit untuk sampai di apartementnnya

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Hae-Ri’s Apartement, At 16.25 KST

 

Eunri yang baru pulang dari kapel langsung menuju dapur. Rasa haus yang menghinggapi tenggorokannya tidak dapat ditolak. Eunri melihat-lihat sekeling, ‘Apakah Donghae Oppa sudah puang? Sepertinya belum.’

Bel berbunyi nyaring memekakan telinga. Eunri membukakan pintu tanpa melihat intercom terlebih dulu. Saat pintu terbuka nampaklah seorang yeoja yang bisa dibilang lebih pendek darinya. Dress warna peace selutut membalut tubuhnya. Rambut lurus sebahu seamakin indah dengan hiasan pita.

“Apakah Donghae Oppa di rumah?” Soo Yeon yang tahu tatapan Eunri yang seolah bertanya, ‘Mau apa kau kesini?’ itu langsung menjawabnya tanpa basa-basi lagi.

“Bukankah biasanya kau menemuinya di tempat latihan?” Eunri menatap Soo Yeon dengan tatapan datar dan tidak suka.

“Aku menelponnya tadi, dan dia bilang dia sudah pulang.” Soo Yeon menatap Eunri tajam.

“Di sini hanya ada aku. Telponlah sekali lagi, mungkin kau salah dengar.”  Bbraaakkk …  Eunri langsung menutup pintu tanpa memperdulikan keberadaan Soo Yeon.

Eunri hanya menghela nafss beratnya. Soo Yeon, ia adalah kekasih Donghae. Tak lama Soo Yeon dan Donghae berpacaran hanya beberapa bulan sebelum pernikahannya – Itu yang diketahui Eunri-. Eunri tidak mood lagi untuk makan. Dia lebih memilih tidur untuk mengistirahatkan fikirannya.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Hae-Ra’s Apartement, 07.00 KST.

 

Cahaya matahari menembus kamar bernuansa coklat ini. Mata indah yang tengah terpejam mulai terganggu sinar matahari yang mengenainya. Eunri mulai mengerjapkan matanya. Menoleh kesamping, dan tak ada seorangpun disitu. Dia melihat jam yang bertengger manis di nakas sampingnya. Jam 07.00 KST. MWO!!! DIA KESIANGAN.

Eunri melangkahkan cepat kakinya menuju dapur. Dilihatnya Donghae dan Soo Yeon sedang sarapan bersama. Hatinya seakan teriris. Entahlah dia sudah tak kuat lagi melihatnya.

“Oh, Eunri-ya.”Soo Yeon memanggil Eunri yang sedang berbalik. Membuat Donghae menoleh kepada sosok yang dipanggil Soo Yeon tersebut. Eunri mulai berbalik menghadap mereka berdua.

“Yak, Eunri-ya. Mengapa kau baru bangun ha!!? Tak tahukah bahwa SUAMI mu ini sudah kelaparan. Cih, kau singguh pemalas.” Soo Yeon sedikit menekankan kalimatnya dan berusaha untuk menyindirnya.

Donghae menghabiskan sarapannya tanpa mengucapkan apa-apa dan mulai beranjak. Diikuti dengan Soo Yeon dibelakangnya. Eunri yang sudah terbiasa dengan pemandangan inipun hanya diam saja. Apa yang bisa ia lakukan? Dia bahkan tak bisa mencegat Donghae yang notabennya adalah suaminya sendiri.

Eunri dan Donghae memang menikah dalam perjodohan yang telah diatur oleh appa mereka masing-masing. Tepatnya sekitar 8 bulan lalu, Donghae dan Eunri melangsungkan pernikahan mereka secara diam-diam dan terkesan elegan. Agensi SM Entertainment mengetahui pernikahan Donghae dan Eunri. Sooman Sajangnim mengizinkan mereka menikah karena Tuan Shin dan Tuan Lee yang mengancam saham mereka akan dicabut apabila dia tidak merestui Donghae dan Eunri.

Seiring berjalannya waktu, Eunri memang lama-kelamaan mulai mencintai Donghae. Tidak seperti awal mereka menikah yang selalu diliputi suasana dingin. Namun tidak dengan Donghae, Donghae yang selalu dengan sifat dingin dan acuh-tak acuhnya yang membuat Eunri kewalahan menghadapinya. Entah pernikahan mereka bertahan sampai kapan. Itu urusan Tuhan dan mereka sendiri.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Lee Shin’s Corporation, 10.49 KST.

 

Lee Shin’s Corporation adalah perusahaan yang dibangun Tuan Shin –Eunri Appa- dan Tuan Lee –Donghae Appa-. Mereka sebenarnya bersahabat sejak SMA. Impian mereka dulu sudah terwujudkan sekarang. ‘Apabila suatu saat nanti aku mempunyai anak perempuan. Dan kau mempunyai anak laki-laki, atau sebaliknya. Bagaimana kalau kita menikahkan mereka?’ Ujar tuan Lee saat bersandar dibelang pohon sekolah mereka dulu. Dan Lee Shin’s Corporatin sebenarnya baru didirikan 3 tahun terakhir. Dan tak ada yang mengetahui Lee Shin’s Corporation didirikan kecuali Tuan Shin dan Tuan Lee. Mereka telah merencanakan semuanya, dan menjadikan Lee Shin’s Corporation sebagai hadiah pernikahan Donghae dan Eunri. Dan sekarang Eunrilah yang memimpin perusahaan, karna Donghae  sibuk dengan dunia keartisannya.

Eunri tidak bisa memfokuskan fikirannya pada tugas kantor yang menghampirinya. Fikirannya selalu tertuju pada hal buruk yang terjadi padanya. Bahkan menejer Kang berkali-kali menegurnya saat ketahuan melamun sendirian.

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Eunri. Dia lantas menyuruh orang tersebut masuk ke ruangannya.Seorang yeoja berpakaian kantor rapi menghampiri Eunri.

“Eunri-ya, neo wae-yo? Kulihat menejer Kang dari tadi menegurmu. Apakah masalah itu lagi?” Dia Jaena. Sahabat sekaligus bawahan Eunri. Jaena tahu betul seluk beluk pernikahan Eunri. Jaena adalah sahabat yang setia menemani Eunri dalam kesusahan sekalipun. Suaminyapun juga teman Donghae.

“Entahlah na-ya. Rasanya aku sudah tak kuat. Dia masih mengacuhkanku, dan tak ada perubahan sama sekali.” Eunri dengan wajah yang terlampau lelah.

“Ri-ya kau harus kuat, ne. Bukankah kau mengharapkan pernikahan yang abadi. Apapun yang Donghae lakukan padamu terimalah dengan lapang dada. Mungkin suatu saat nanti Donghae akan menerimamu.” Jaena mengusap lembut punggung Eunri. Dan Eunripun hanya bisa tersenyum tipis menanggapi perlakuan Jaena.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At SM Building, 12.18 KST.

Artis-artis terkenal papan atas lahir dibeberapa agensi-agensi terkenal. Tak terkecuali dengan SM Entertanment. Siapa yang tidak kenal dengan SM Entertanment yang mehirkan penyanyi-pennyanyi berbakat dan Boyband Girlband papan atas yang digandrungi banyak penggemar. Dan siapa yang tak kenal Super Junior. Boyband papan atas jebolan SM ini banyak menembus industri musik dunia. Fansnya tak dapat hanya dihitung jari bahkan kalkulatorpun tak dapat menampungnya.

Terdengar ducitan-decitan yang berasal dari gesekan sepatu dengan lantai kayu dalam ruangan yang dikelilingi kaca ini. Poster artis – artis SM terpajang dalam sudut-sudut ruangan. Dipojok utara terdapat kaca besar agar dapat melihat pemandangan luar kota Seoul.

Para member Super Junior sedang berkumpul merancang koreografi untuk persiapan Tokyo Dome nanti. Mereka akan menampilkan penalpilan yang ‘WOW’, dan berbeda dengan negara-negara lainnya.

Donghae mengelap keringatnya dengan handuk kecil coklat kesayangannya. Dia menghampiri Kyuhyun yang termenung sendirian memandangi pemandangan luar. BUKAN. Kyuhyun bahkan terlihat melamun disamping kaca besar itu. Entah apa yang dipikirannya.

“Kyuhyun-ah. Wae-yo?” Donghae duduk dihadapan Kyuhyun dan berbicara agak keras untuk menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya.

“Aku sedang Galau, hyung.” Kyuhyun memperlihatkan muka melasnya pada hyungnya itu.

Wae-yo? Kau ada masalah lagi dengan anae mu?”

“Huh. Dia masih marah, hyung. Jaena tak mau tidur denganku lagi, karna ‘Sexy Dance’ itu.” Kyuhyun menghela nafas beratnya. “Keunde, hyung. Apa kau masih mendiamkan Eunri?”

“ … “ Donghae tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun. Mata Donghae menatap sendu Kyuhyun.

“Sebaiknya kau jangan terlalu sering mendiamkannya. Dia bukanlah wanita kuat. Jaena selalu mengeluh atas sikapmu pada Eunri yang terlihat acuh. Ini selalu berdampak besar pada Eunri. Eunri jatuh sakit bebrapa hari lalu juga karnamu. Aku rasa kau tak berubah dari awal, hyung. Sebaiknya kau jangan sia-siakan Eunri, dia gadis baik.” Kyuhyun menepuk pelan bahu Donghae dan mulai beranjak.

Donghae sebenarnya ingin merubah semuanya. Namun apa daya, dirinya seolah lemah apabila Soo Yeon masih disampingnya. Donghae menghela nafas beratnya saat dilihatnya Soo Yeon masuk ruangan ini dan membawa kotak makanan.

Annyeonghaseo, Oppadeul.” Tak lupa Soo Yeon menyapa para member dengan senyuman manisnya.

“Oh, Soo Yeon-ah. Ternyata kau. Kau untuk apa kemari?” Kang In terlihat berbinar saat Soo Yeon datang. Namun dia mengurungkannya karna dia melihat Soo Yeon yang menyelonong menghampiri Donghae.

“Oppa. Kau belum makan kan? Ini aku bawakan makanan kesukaanmu.” Soo Yeon menyodorkan kotak bekal wara coklatnya pada Donghae.

“ … “ Donghae hanya memandangi kotak bekal itu. Moodnya untuk makan agak memburuk karna percakapannya dengan Kyuhyun tadi.

Wae-yo? Apa oppa sudah makan siang?” Soo Yeon hanya menatap aneh Donghae yang hanya menatap kotak bekalnya.

A … anio. Aku belum makan siang.” Donghae lantas menerima kotak bekal itu dengan senyuman tipis.

Soo Yeon tersenyum saat Donghae mau menerima kotak bekalnya. “Apa oppa perlu kusuapi?”

Mendengar itu member Super Junior lainpun hanya tersenyum miris, ‘Bagaimana bisa Eunri betah dengan suami yang seperti itu?’ . Dan Donghaepun yang menyadari aura-aura aneh disekitarnyapun menolak halus tawaran Soo Yeon.

“Ehm.  Arasseo, oppa.” Soo Yeon hanya tersenyum miris saat Donghae menolak tawarannya.

Soo Yeon dan Donghae bukanlah kekasih asli. Sebenarya Soo Yeon kekasih Heechul. Namun karna dia mengikuti Wajib Militer, dia mempercayakan Donghae untuk menjaga Soo Yeon. Namun, seiring berjalannya waktu Soo Yeon dan Donghae dihinggapi rasa cinta yang membara menyelimuti keduanya. Member Super Juniorpun sudah tahu keadaan yang seperti ini. Namun, mereka memilih bungkam agar tidak menambah masalah.

Rasa penyesalan dan rasa bersalah itu selalu ada pada diri Donghae. Dia sadar apa yang dilakukannya, merebut kekasih orang dan meninggalkan istrinya. Donghae bingung arah jalan hidupnya.

From : Kyuhyun Epil Devil

Hyung, jangan menyia-nyiakan istrimu. Dia lebih baik darinya (read:Soo Yeon)

Donghae mengedarkan pandangannya mencari seorang yang mengiriminya sms tersebut. Dia melihat Kyuhyun mulai keluar dari ruangan. Donghae hanya bisa tersenym kecut menanggapi semuanya.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

At Hae-Ra’s Apartement, 20.47 KST.

 

Donghae membuka pintu apartemennya dengan langkah gontai. Masalah Eunri dengannya dan juga Soo Yeon menempel di otaknya. Sebenarnya, jika mereka –Donghae Eunri- jujur dan mau berbagi, masalah ini tak akan berbelit-belit. Namun, sikap Donghae yang selalu dingin pada Eunri itulah yang menyulutkan nyali Eunri untuk jujur pada Donghae bahwa dirinya sudah lelah dan ingin memperbaiki semuanya.

Apartemen ini gelap gulita. Tak ada setitik peneranganpun yang hidup. Donghae lantas menghidupkan lampu ruang tengah. ‘Apakah Eunri belum pulang?’ batin Donghae. Donghae mencari Eunri di sudut-sudut apartemen untuk memastikan Eunri sudah pulang. Namun, nihil. Tak ada seorangpun dirumah.

Donghae menengok pada jam dinding di atasnya, 21.00 KST. ‘Seharusnya dia sudah pulang 2 jam lalu.’. Walaupun Donghae bersikap dingin pada Eunri, namun karna dia telah terbiasa bersamanya. Dia tahu daily activity Eunri.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Han River, 21.00 KST.

 

“Eunri-ah. Ayo kita pulang!! Kita sudah dua jam lebih disini.” Jaena menarik-narik kecil kemeja putih Eunri dan tak lupa dengan tampang melasnya.

Eunri menghela nafas dinginnya. “Pulanglah. Kyuhyun pasti mencarimu?” Eunri terus memandang aliran sungai Han dengan pandangan kosong.

Keunde, bagaimana denganmu? Aku kesini bersamamu. Jadi, aku juga harus pulang bersamamu, Eunri-ah.” Jaena mulai lelah dengan sikap sahabatnya yang satu ini.

Arasseo. Kkaja!!” Eunri mulai beranjak dari duduknya dengan langkah gontai.

“Apa kau perlu ku gendong, eoh? Kau melangkah seperti Halmeoni-ku, ck.” Jaena berniat mencairkan suana agar tidak terlalu kaku dengan candaannya.

“YA!!!” Eunri mulai melihatkan muka garangnya.

“A … aku hanya bercanda, Eunri-ah. Hehehe.” Jaena mulai meringis tak jelas saat dilihatnya asap mengepul dari kepala Eunri.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Hae-Ri’s Apartement, 22.13 KST.

 

Donghae membaringkan tubuhnya pada sofa ruang tengah. Dia ingin memastikan Eunri pulang. Alih-alih dia menontoh TV dramanya sendiri.

Pintu apartemen terbuka. Suaranya membuat Donghae yang terbaring kini mulai mendudukkan tubuhnya. Diliriknya Eunri yang baru pulang dengan wajah kusut dan kelihatan aneh. Eunri mengacuhkannya. Itulah kata pertama saat ia melihat Eunri begitu saja melewatinya.

Eunri melangkahkan kainya menuju kamar mereka – Donghae Eunri – untuk mengambil pakaian ganti, kemudian menuju kamar mandi. Badan dan fikirannya perlu kesegaran.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Hae-Ri’s Room, 22.30 KST.

 

Eunri keluar dari kamar mandi dengan baju tidur coklat garis-garisnya. Dilihatnya Donghae sudah menikmati alam tidurnya tanpa mematikan lampu utama. ‘Bagaimana di bisa terlelap dengan ruangan yang penuh dengan cahaya?’ itulah yang pertanyaan Eunri.Eunri mematikan lampu utama dan menghidupakan lampu tidur. Dia tahu bahwa suaminya tak akan bisa tidur jika ruang tidurnya tak ada cahaya.

Walaupun Donghae yang selalu bersikap dingin dengan Eunri. Namun, dia dan Eunri tidur bersama sejak awal menikah. Eunri memang tak bisa tidur jika tak ada orang memeluknya dan melindunginya. Eunri takut apabila tiba-tiba ada orang yang masuk kamarnya dan menikamnya. Jadi Eunri memang minta izin pada Donghae apabila dia akan selalu memeluknya saat tidur.

Eunri mulai membaringkan tubuhnya didekat Donghae. Dipeluknya tubuh kekar Donghae dengan erat. Seolah ingin menyadarkan bahwa dia juga ada disampingnya. Tidak hanya Soo Yeon yang selalu mengikutinya. Donghae yang memang belum sampai ke alam mimpinya dapat merasakan pelukan Eunri yang erat. Seolah-olah Donghae tahu bahwa Eunri tak dalam keadaan baik sekarang.

“Hiks hiks hiks. Bisakah kau melihatku sebentar saja Hae oppa hiks hiks. Kau selalu mengacuhkanku hiks hiks oppa. Aku benar-benar hiks hiks lelah dengan semua ini. Ku kira semuanya akan hiks hiks berubah seiring berjalannya waktu. Kumohon lepaskan Soo Yeon hiks hiks, dan mulai semuanya dari awal.” Eunri berkata sangat pelan dan sebenarnya mehanan kuat isakannya agar tidak membangun Donghae yang terlihat sudah terlelap.

Namun, itu salah, Donghae belum benar-benar tidur. Donghae dapat mendengarkan apa yang Eunri curahkan. Kyuhyun benar, Eunri bukanlah wanita yang kuat. Hatinya bergetar dan fikirannya tak menentu saat Eunri berbicara dengan isakannya. Apa yang sekarang bisa dia lakukan.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Hae-Ri’s  Apartement, At 08.30 KST.

“Hoaaam.” Eunri masih merasa lelah. Dia menangis cukup lama, dan membuatnya susah tidur.

“Jam berapa ini?” Eunri menoleh kearah samping.tepatnya pada jam yang bertengger manis di atas nakasnya. “MWO!!! Aku kesiangan lagi. Aish.” Eunri berlari cepat ke dalam kamar mandi dan menubruk tubuh kekar Donghae yang hanya memakai sehelai handuk.

Aish. Sial.” Eunri merasakan punggungnya seolah remuk saat mencium lantai. Donghae yang ada di hadapannya hanya tersenyum dingin. Eunri yang diacuhkan hanya bisa menghela nafasnya. Eunri melihat sesuatu yang aneh pada handuk Donghae.

“HWAAA!!! OPPAAA handukmu TERJATUH.” Eunri lantas menutup matanya. “HWAAA!! OPPA kau ME**M.” Eunri mengalihkan pemandangannya ke arah lain. “Aish, sungguh menjijikkan.” Eunri mengumpat tak jelas.

“Siapa yang kau bilang menjijikkan, ha?!?” Donghae tiba-tiba bersuara dengan wajah dinginnya. Walaupun begitu, Eunri sedikit senang Donghae mengelurkan suara indahnya.

“Aku … Aku mau mandi.” Eunri lantas masuk kamar mandi karna tak bisa membendung rasa bahagianya. Jarang-jarang Donghae mengelurkan keindahan suaranya dihadapan Eunri. Dapat dihitung jari saat Donghae berbicara dengannya selama 8 bulan ini.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

Stay in Hae-Ri’s Apartement, 09.37 KST.

Eunri melangkahkan kakinya menuju ruang makan. Sayup-sayup suara yang didengarkan Eunri membuatknya melangkahkan kakinya menuju ruang tengah.

Eunri melihat … DEG …

Together with Bada n’ Choco

Gamsahamnida For Read It. And don’t forget to Like and Comment, gumawo*Bow With Donghae.

Ryeo Wook Twitter Update

Ryeo Wook Twitter Update

@ryeong9 : 슈퍼주니어 키스 더 라디오 89.1 콩 보라 모두 열려있어요 ^^!! 생방송 함께해주세요 빅스 엔이랑 찰칵 ~~ ㄱㄱ

Translate – ryeong9 : Super Junior Kiss the Radio 89.1 beans’m open all ^ ^! Live broadcast yen Please Biggs, b ~ b and clicks

1h ago.