Home » Fanfiction » [FF Three Shoot] “Its Hard To Our Married” Part 1

[FF Three Shoot] “Its Hard To Our Married” Part 1

It s Hard To Our Married 500

Title: It’s Hard To Our Married

Author: Lee Seul Rin (Lee Zeehae)

Genre : Sad Married Life (Maybe)

Rating : T & G

Cast       :Shin Eunri a.k.a Eunri

                Lee Donghae a.k.a Donghae

                Jung Soo Yeon a.k.a Soo Yeon

                Super Junior’sMembers

And Other Cast…

Length : THREESHOOT

Annyeong !! Author in here !! Hehehe~ Ini FF pertamaku yang sebenarnya pernah aku publish di Account FB-ku. Maklum aja, jika readers mungkin pernah baca cerita. Baiklah, dari pada banyak banyak ngomong, mendingan langsung aja. Cekodooouuut !!!

NB : Saya sudah mengedit FF ini, kalau masih ada typo  itu adalah keteledoran saya… Maaf jika masih ada typo yang sering muncul *Bow

 

HAPPY READING !

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Kapel, 13.00 KST.

Terik matahari siang yang panas tidak menyulutkan semangat angin yang melambai-lambaikan pepohonan. Menimbulkan kesejukan tersendiri bagi manusia yang berada didepannya. Bahkan menebus celah-celah terkecil benda yang berada dihadapannya.

Seorang yeoja tengah menautkan kuat kedua tanggannya. Dia duduk di bangku barisan depan. Hatinya meninta dan meminta.Dari sudut mata almondnya keluar butiran-butiran mutiara. Dress kuning cerahnya seakan menampung mutiara yang dikeluarkannya.

Seorang berpakaian serba putih muncul dari sudut ruangan. Menepuk bahunya pelan. Sedikit membuatnya tersadar dari aktifitasnya.

“Eunri-ya, pulanglah. Ini sudah siang. Kau berada disini sejak tadi pagi. Kau juga manusia yang perlu asupan gizi, ri-ya.  Bukannya aku melarangmu untuk datang kesini. Keunde, sepertinya kau banyak masalah, dan cepatlah menyelesaikannya.” Biarawati berbicara dengan tersenyum dan tak lupa suara lembutnya menerpa gendang telinga Eunri

Gamsa Hamnida. Aku akan datang ke Kapel jika aku ada waktu lagi.” Eunri membalas senyuman biarawati dengan senyuman manisnya.

“…” biarawati hanya bisa tersenyum memandang Euri yang mulai melangkah meninggalkan kapel.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

The Way Go Home.

Angin menyambut Eunri saat ia tiba diluar kapel. Rasanya berat saat ingin meninggalkan tempat ini. Masalah yang didapatinya membuatnya sering menghabiskan waktu senggangnya di kapel ini.

Eunri mulai melangkahkan kakinya menuju halte bis dengan ditemani angin yang setia menyelimutinya. Pepohonan pinggir jalan melindunginya dari panasnya sinar matahari siang ini. Eunri mulai duduk di halte bis dan menghela nafas beratnya. Rasanya ia sudah tak kuat dengan masalah yang berbelit-belit dan tak kujung selesai. Eunri menatap nanar pernikahannya. Sejak 8 bulan lalu semuanya masih sama, seperti tidak ada titik cerah menghampiri permasalahan mereka.

Bus datang tepat dihadapannya. Eunri mulai melangkahkan kakinya ke dalam bis, dan mulai mendudukkan dirinya. Butuh beberapa puluh menit untuk sampai di apartementnnya

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Hae-Ri’s Apartement, At 16.25 KST

 

Eunri yang baru pulang dari kapel langsung menuju dapur. Rasa haus yang menghinggapi tenggorokannya tidak dapat ditolak. Eunri melihat-lihat sekeling, ‘Apakah Donghae Oppa sudah puang? Sepertinya belum.’

Bel berbunyi nyaring memekakan telinga. Eunri membukakan pintu tanpa melihat intercom terlebih dulu. Saat pintu terbuka nampaklah seorang yeoja yang bisa dibilang lebih pendek darinya. Dress warna peace selutut membalut tubuhnya. Rambut lurus sebahu seamakin indah dengan hiasan pita.

“Apakah Donghae Oppa di rumah?” Soo Yeon yang tahu tatapan Eunri yang seolah bertanya, ‘Mau apa kau kesini?’ itu langsung menjawabnya tanpa basa-basi lagi.

“Bukankah biasanya kau menemuinya di tempat latihan?” Eunri menatap Soo Yeon dengan tatapan datar dan tidak suka.

“Aku menelponnya tadi, dan dia bilang dia sudah pulang.” Soo Yeon menatap Eunri tajam.

“Di sini hanya ada aku. Telponlah sekali lagi, mungkin kau salah dengar.”  Bbraaakkk …  Eunri langsung menutup pintu tanpa memperdulikan keberadaan Soo Yeon.

Eunri hanya menghela nafss beratnya. Soo Yeon, ia adalah kekasih Donghae. Tak lama Soo Yeon dan Donghae berpacaran hanya beberapa bulan sebelum pernikahannya – Itu yang diketahui Eunri-. Eunri tidak mood lagi untuk makan. Dia lebih memilih tidur untuk mengistirahatkan fikirannya.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Hae-Ra’s Apartement, 07.00 KST.

 

Cahaya matahari menembus kamar bernuansa coklat ini. Mata indah yang tengah terpejam mulai terganggu sinar matahari yang mengenainya. Eunri mulai mengerjapkan matanya. Menoleh kesamping, dan tak ada seorangpun disitu. Dia melihat jam yang bertengger manis di nakas sampingnya. Jam 07.00 KST. MWO!!! DIA KESIANGAN.

Eunri melangkahkan cepat kakinya menuju dapur. Dilihatnya Donghae dan Soo Yeon sedang sarapan bersama. Hatinya seakan teriris. Entahlah dia sudah tak kuat lagi melihatnya.

“Oh, Eunri-ya.”Soo Yeon memanggil Eunri yang sedang berbalik. Membuat Donghae menoleh kepada sosok yang dipanggil Soo Yeon tersebut. Eunri mulai berbalik menghadap mereka berdua.

“Yak, Eunri-ya. Mengapa kau baru bangun ha!!? Tak tahukah bahwa SUAMI mu ini sudah kelaparan. Cih, kau singguh pemalas.” Soo Yeon sedikit menekankan kalimatnya dan berusaha untuk menyindirnya.

Donghae menghabiskan sarapannya tanpa mengucapkan apa-apa dan mulai beranjak. Diikuti dengan Soo Yeon dibelakangnya. Eunri yang sudah terbiasa dengan pemandangan inipun hanya diam saja. Apa yang bisa ia lakukan? Dia bahkan tak bisa mencegat Donghae yang notabennya adalah suaminya sendiri.

Eunri dan Donghae memang menikah dalam perjodohan yang telah diatur oleh appa mereka masing-masing. Tepatnya sekitar 8 bulan lalu, Donghae dan Eunri melangsungkan pernikahan mereka secara diam-diam dan terkesan elegan. Agensi SM Entertainment mengetahui pernikahan Donghae dan Eunri. Sooman Sajangnim mengizinkan mereka menikah karena Tuan Shin dan Tuan Lee yang mengancam saham mereka akan dicabut apabila dia tidak merestui Donghae dan Eunri.

Seiring berjalannya waktu, Eunri memang lama-kelamaan mulai mencintai Donghae. Tidak seperti awal mereka menikah yang selalu diliputi suasana dingin. Namun tidak dengan Donghae, Donghae yang selalu dengan sifat dingin dan acuh-tak acuhnya yang membuat Eunri kewalahan menghadapinya. Entah pernikahan mereka bertahan sampai kapan. Itu urusan Tuhan dan mereka sendiri.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Lee Shin’s Corporation, 10.49 KST.

 

Lee Shin’s Corporation adalah perusahaan yang dibangun Tuan Shin –Eunri Appa- dan Tuan Lee –Donghae Appa-. Mereka sebenarnya bersahabat sejak SMA. Impian mereka dulu sudah terwujudkan sekarang. ‘Apabila suatu saat nanti aku mempunyai anak perempuan. Dan kau mempunyai anak laki-laki, atau sebaliknya. Bagaimana kalau kita menikahkan mereka?’ Ujar tuan Lee saat bersandar dibelang pohon sekolah mereka dulu. Dan Lee Shin’s Corporatin sebenarnya baru didirikan 3 tahun terakhir. Dan tak ada yang mengetahui Lee Shin’s Corporation didirikan kecuali Tuan Shin dan Tuan Lee. Mereka telah merencanakan semuanya, dan menjadikan Lee Shin’s Corporation sebagai hadiah pernikahan Donghae dan Eunri. Dan sekarang Eunrilah yang memimpin perusahaan, karna Donghae  sibuk dengan dunia keartisannya.

Eunri tidak bisa memfokuskan fikirannya pada tugas kantor yang menghampirinya. Fikirannya selalu tertuju pada hal buruk yang terjadi padanya. Bahkan menejer Kang berkali-kali menegurnya saat ketahuan melamun sendirian.

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Eunri. Dia lantas menyuruh orang tersebut masuk ke ruangannya.Seorang yeoja berpakaian kantor rapi menghampiri Eunri.

“Eunri-ya, neo wae-yo? Kulihat menejer Kang dari tadi menegurmu. Apakah masalah itu lagi?” Dia Jaena. Sahabat sekaligus bawahan Eunri. Jaena tahu betul seluk beluk pernikahan Eunri. Jaena adalah sahabat yang setia menemani Eunri dalam kesusahan sekalipun. Suaminyapun juga teman Donghae.

“Entahlah na-ya. Rasanya aku sudah tak kuat. Dia masih mengacuhkanku, dan tak ada perubahan sama sekali.” Eunri dengan wajah yang terlampau lelah.

“Ri-ya kau harus kuat, ne. Bukankah kau mengharapkan pernikahan yang abadi. Apapun yang Donghae lakukan padamu terimalah dengan lapang dada. Mungkin suatu saat nanti Donghae akan menerimamu.” Jaena mengusap lembut punggung Eunri. Dan Eunripun hanya bisa tersenyum tipis menanggapi perlakuan Jaena.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At SM Building, 12.18 KST.

Artis-artis terkenal papan atas lahir dibeberapa agensi-agensi terkenal. Tak terkecuali dengan SM Entertanment. Siapa yang tidak kenal dengan SM Entertanment yang mehirkan penyanyi-pennyanyi berbakat dan Boyband Girlband papan atas yang digandrungi banyak penggemar. Dan siapa yang tak kenal Super Junior. Boyband papan atas jebolan SM ini banyak menembus industri musik dunia. Fansnya tak dapat hanya dihitung jari bahkan kalkulatorpun tak dapat menampungnya.

Terdengar ducitan-decitan yang berasal dari gesekan sepatu dengan lantai kayu dalam ruangan yang dikelilingi kaca ini. Poster artis – artis SM terpajang dalam sudut-sudut ruangan. Dipojok utara terdapat kaca besar agar dapat melihat pemandangan luar kota Seoul.

Para member Super Junior sedang berkumpul merancang koreografi untuk persiapan Tokyo Dome nanti. Mereka akan menampilkan penalpilan yang ‘WOW’, dan berbeda dengan negara-negara lainnya.

Donghae mengelap keringatnya dengan handuk kecil coklat kesayangannya. Dia menghampiri Kyuhyun yang termenung sendirian memandangi pemandangan luar. BUKAN. Kyuhyun bahkan terlihat melamun disamping kaca besar itu. Entah apa yang dipikirannya.

“Kyuhyun-ah. Wae-yo?” Donghae duduk dihadapan Kyuhyun dan berbicara agak keras untuk menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya.

“Aku sedang Galau, hyung.” Kyuhyun memperlihatkan muka melasnya pada hyungnya itu.

Wae-yo? Kau ada masalah lagi dengan anae mu?”

“Huh. Dia masih marah, hyung. Jaena tak mau tidur denganku lagi, karna ‘Sexy Dance’ itu.” Kyuhyun menghela nafas beratnya. “Keunde, hyung. Apa kau masih mendiamkan Eunri?”

“ … “ Donghae tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun. Mata Donghae menatap sendu Kyuhyun.

“Sebaiknya kau jangan terlalu sering mendiamkannya. Dia bukanlah wanita kuat. Jaena selalu mengeluh atas sikapmu pada Eunri yang terlihat acuh. Ini selalu berdampak besar pada Eunri. Eunri jatuh sakit bebrapa hari lalu juga karnamu. Aku rasa kau tak berubah dari awal, hyung. Sebaiknya kau jangan sia-siakan Eunri, dia gadis baik.” Kyuhyun menepuk pelan bahu Donghae dan mulai beranjak.

Donghae sebenarnya ingin merubah semuanya. Namun apa daya, dirinya seolah lemah apabila Soo Yeon masih disampingnya. Donghae menghela nafas beratnya saat dilihatnya Soo Yeon masuk ruangan ini dan membawa kotak makanan.

Annyeonghaseo, Oppadeul.” Tak lupa Soo Yeon menyapa para member dengan senyuman manisnya.

“Oh, Soo Yeon-ah. Ternyata kau. Kau untuk apa kemari?” Kang In terlihat berbinar saat Soo Yeon datang. Namun dia mengurungkannya karna dia melihat Soo Yeon yang menyelonong menghampiri Donghae.

“Oppa. Kau belum makan kan? Ini aku bawakan makanan kesukaanmu.” Soo Yeon menyodorkan kotak bekal wara coklatnya pada Donghae.

“ … “ Donghae hanya memandangi kotak bekal itu. Moodnya untuk makan agak memburuk karna percakapannya dengan Kyuhyun tadi.

Wae-yo? Apa oppa sudah makan siang?” Soo Yeon hanya menatap aneh Donghae yang hanya menatap kotak bekalnya.

A … anio. Aku belum makan siang.” Donghae lantas menerima kotak bekal itu dengan senyuman tipis.

Soo Yeon tersenyum saat Donghae mau menerima kotak bekalnya. “Apa oppa perlu kusuapi?”

Mendengar itu member Super Junior lainpun hanya tersenyum miris, ‘Bagaimana bisa Eunri betah dengan suami yang seperti itu?’ . Dan Donghaepun yang menyadari aura-aura aneh disekitarnyapun menolak halus tawaran Soo Yeon.

“Ehm.  Arasseo, oppa.” Soo Yeon hanya tersenyum miris saat Donghae menolak tawarannya.

Soo Yeon dan Donghae bukanlah kekasih asli. Sebenarya Soo Yeon kekasih Heechul. Namun karna dia mengikuti Wajib Militer, dia mempercayakan Donghae untuk menjaga Soo Yeon. Namun, seiring berjalannya waktu Soo Yeon dan Donghae dihinggapi rasa cinta yang membara menyelimuti keduanya. Member Super Juniorpun sudah tahu keadaan yang seperti ini. Namun, mereka memilih bungkam agar tidak menambah masalah.

Rasa penyesalan dan rasa bersalah itu selalu ada pada diri Donghae. Dia sadar apa yang dilakukannya, merebut kekasih orang dan meninggalkan istrinya. Donghae bingung arah jalan hidupnya.

From : Kyuhyun Epil Devil

Hyung, jangan menyia-nyiakan istrimu. Dia lebih baik darinya (read:Soo Yeon)

Donghae mengedarkan pandangannya mencari seorang yang mengiriminya sms tersebut. Dia melihat Kyuhyun mulai keluar dari ruangan. Donghae hanya bisa tersenym kecut menanggapi semuanya.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

 

At Hae-Ra’s Apartement, 20.47 KST.

 

Donghae membuka pintu apartemennya dengan langkah gontai. Masalah Eunri dengannya dan juga Soo Yeon menempel di otaknya. Sebenarnya, jika mereka –Donghae Eunri- jujur dan mau berbagi, masalah ini tak akan berbelit-belit. Namun, sikap Donghae yang selalu dingin pada Eunri itulah yang menyulutkan nyali Eunri untuk jujur pada Donghae bahwa dirinya sudah lelah dan ingin memperbaiki semuanya.

Apartemen ini gelap gulita. Tak ada setitik peneranganpun yang hidup. Donghae lantas menghidupkan lampu ruang tengah. ‘Apakah Eunri belum pulang?’ batin Donghae. Donghae mencari Eunri di sudut-sudut apartemen untuk memastikan Eunri sudah pulang. Namun, nihil. Tak ada seorangpun dirumah.

Donghae menengok pada jam dinding di atasnya, 21.00 KST. ‘Seharusnya dia sudah pulang 2 jam lalu.’. Walaupun Donghae bersikap dingin pada Eunri, namun karna dia telah terbiasa bersamanya. Dia tahu daily activity Eunri.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Han River, 21.00 KST.

 

“Eunri-ah. Ayo kita pulang!! Kita sudah dua jam lebih disini.” Jaena menarik-narik kecil kemeja putih Eunri dan tak lupa dengan tampang melasnya.

Eunri menghela nafas dinginnya. “Pulanglah. Kyuhyun pasti mencarimu?” Eunri terus memandang aliran sungai Han dengan pandangan kosong.

Keunde, bagaimana denganmu? Aku kesini bersamamu. Jadi, aku juga harus pulang bersamamu, Eunri-ah.” Jaena mulai lelah dengan sikap sahabatnya yang satu ini.

Arasseo. Kkaja!!” Eunri mulai beranjak dari duduknya dengan langkah gontai.

“Apa kau perlu ku gendong, eoh? Kau melangkah seperti Halmeoni-ku, ck.” Jaena berniat mencairkan suana agar tidak terlalu kaku dengan candaannya.

“YA!!!” Eunri mulai melihatkan muka garangnya.

“A … aku hanya bercanda, Eunri-ah. Hehehe.” Jaena mulai meringis tak jelas saat dilihatnya asap mengepul dari kepala Eunri.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Hae-Ri’s Apartement, 22.13 KST.

 

Donghae membaringkan tubuhnya pada sofa ruang tengah. Dia ingin memastikan Eunri pulang. Alih-alih dia menontoh TV dramanya sendiri.

Pintu apartemen terbuka. Suaranya membuat Donghae yang terbaring kini mulai mendudukkan tubuhnya. Diliriknya Eunri yang baru pulang dengan wajah kusut dan kelihatan aneh. Eunri mengacuhkannya. Itulah kata pertama saat ia melihat Eunri begitu saja melewatinya.

Eunri melangkahkan kainya menuju kamar mereka – Donghae Eunri – untuk mengambil pakaian ganti, kemudian menuju kamar mandi. Badan dan fikirannya perlu kesegaran.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Hae-Ri’s Room, 22.30 KST.

 

Eunri keluar dari kamar mandi dengan baju tidur coklat garis-garisnya. Dilihatnya Donghae sudah menikmati alam tidurnya tanpa mematikan lampu utama. ‘Bagaimana di bisa terlelap dengan ruangan yang penuh dengan cahaya?’ itulah yang pertanyaan Eunri.Eunri mematikan lampu utama dan menghidupakan lampu tidur. Dia tahu bahwa suaminya tak akan bisa tidur jika ruang tidurnya tak ada cahaya.

Walaupun Donghae yang selalu bersikap dingin dengan Eunri. Namun, dia dan Eunri tidur bersama sejak awal menikah. Eunri memang tak bisa tidur jika tak ada orang memeluknya dan melindunginya. Eunri takut apabila tiba-tiba ada orang yang masuk kamarnya dan menikamnya. Jadi Eunri memang minta izin pada Donghae apabila dia akan selalu memeluknya saat tidur.

Eunri mulai membaringkan tubuhnya didekat Donghae. Dipeluknya tubuh kekar Donghae dengan erat. Seolah ingin menyadarkan bahwa dia juga ada disampingnya. Tidak hanya Soo Yeon yang selalu mengikutinya. Donghae yang memang belum sampai ke alam mimpinya dapat merasakan pelukan Eunri yang erat. Seolah-olah Donghae tahu bahwa Eunri tak dalam keadaan baik sekarang.

“Hiks hiks hiks. Bisakah kau melihatku sebentar saja Hae oppa hiks hiks. Kau selalu mengacuhkanku hiks hiks oppa. Aku benar-benar hiks hiks lelah dengan semua ini. Ku kira semuanya akan hiks hiks berubah seiring berjalannya waktu. Kumohon lepaskan Soo Yeon hiks hiks, dan mulai semuanya dari awal.” Eunri berkata sangat pelan dan sebenarnya mehanan kuat isakannya agar tidak membangun Donghae yang terlihat sudah terlelap.

Namun, itu salah, Donghae belum benar-benar tidur. Donghae dapat mendengarkan apa yang Eunri curahkan. Kyuhyun benar, Eunri bukanlah wanita yang kuat. Hatinya bergetar dan fikirannya tak menentu saat Eunri berbicara dengan isakannya. Apa yang sekarang bisa dia lakukan.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

At Hae-Ri’s  Apartement, At 08.30 KST.

“Hoaaam.” Eunri masih merasa lelah. Dia menangis cukup lama, dan membuatnya susah tidur.

“Jam berapa ini?” Eunri menoleh kearah samping.tepatnya pada jam yang bertengger manis di atas nakasnya. “MWO!!! Aku kesiangan lagi. Aish.” Eunri berlari cepat ke dalam kamar mandi dan menubruk tubuh kekar Donghae yang hanya memakai sehelai handuk.

Aish. Sial.” Eunri merasakan punggungnya seolah remuk saat mencium lantai. Donghae yang ada di hadapannya hanya tersenyum dingin. Eunri yang diacuhkan hanya bisa menghela nafasnya. Eunri melihat sesuatu yang aneh pada handuk Donghae.

“HWAAA!!! OPPAAA handukmu TERJATUH.” Eunri lantas menutup matanya. “HWAAA!! OPPA kau ME**M.” Eunri mengalihkan pemandangannya ke arah lain. “Aish, sungguh menjijikkan.” Eunri mengumpat tak jelas.

“Siapa yang kau bilang menjijikkan, ha?!?” Donghae tiba-tiba bersuara dengan wajah dinginnya. Walaupun begitu, Eunri sedikit senang Donghae mengelurkan suara indahnya.

“Aku … Aku mau mandi.” Eunri lantas masuk kamar mandi karna tak bisa membendung rasa bahagianya. Jarang-jarang Donghae mengelurkan keindahan suaranya dihadapan Eunri. Dapat dihitung jari saat Donghae berbicara dengannya selama 8 bulan ini.

♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥_____♥♥♥

Stay in Hae-Ri’s Apartement, 09.37 KST.

Eunri melangkahkan kakinya menuju ruang makan. Sayup-sayup suara yang didengarkan Eunri membuatknya melangkahkan kakinya menuju ruang tengah.

Eunri melihat … DEG …

Together with Bada n’ Choco

Gamsahamnida For Read It. And don’t forget to Like and Comment, gumawo*Bow With Donghae.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s